Kategori: Berita

Home / Kategori: Berita

Tantangan Pembangunan Sanitasi di Indonesia adalah masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat khususnya ke badan air yang juga di gunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan higienis lainnya. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya-upaya peningkatan akses sanitasi yang bersih. Sejak tahun 2006 di Indonesia jumlah Desa yang telah melaksanakan STBM adalah 42% atau sebayak 33.927 desa/kelurahan.

Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah suatu pendekatan partisipatif yang mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan, sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka yang masih di tempat terbuka dan sembarang tempat. Pendekatan yang dilakukan dalam STBM menimbulkan rasa malu kepada masyarakat tentang kondisi lingkungannya yang buruk dan timbul kesadaran akan kondisi yang sangat tidak bersih dan tidak nyaman di timbulkan. Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi (kebisaan BAB di sembarang tempat) adalah masalah bersama karena dapat berakibat kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama.

Pemicuan STBM di Desa Banjar Aur, Wilayah Kerja Puskesmas Batahan, Kecamatan Batahan.

Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di wilayah Puskemas Kabupaten Mandailing Natal, oleh Petugas  Dinas Kesehatan Mandailing Natal bertujuan untuk menuju perilaku hidup bersih dan sehat, melalui Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBAS). Diharapkan dengan adanya Program Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tahun 2018 dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan program pengembangan cakupan sanitasi melalui pengembangan jamban keluarga dan pembangunan sarana sanitasi di sekolah/tempat ibadah serta memperluas manfaat kesehatan yang dirasakan melalui pengembangan sarana air bersih dan sanitasi serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Pemicuan STBM di Desa Koto Baringin, Wilayah Kerja Puskesmas Muarasipongi, Kecamatan Muarasipongi

Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak sungai -sungai, akan tetapi masyarakat sekitar masih memanfaatkan sungai tersebut sebagai sarana kebutuhan sehari-hari mulai dari mandi, cuci piring, BAB, BAK dan keperluan higienis lainnya. Padahal diketahui bahwa itu sangat berbahaya bagi kesehatan mereka. Untuk itu perlu dilakukan suatu kegiatan pemicuan STBM agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengubah pola prilaku sanitasi mereka. Pada tahun 2017 di Kabupaten Mandailing Natal  sebanyak 19 desa dari 10 kecamatan yang telah melaksanakan pemicuan STBM, sedangkan pada tahun 2018 jumlah desa yang melaksanakan pemicuan STBM 10 Desa di  7 Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan ini dilaksnakan oleh peserta dengan jumlah lebih kurang 40 orang per desa. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola perilaku masyarakat dengan pola kesadaran  menggunakan  sarana air bersih dan perilaku hidup sehat.

Kontributor: Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga 

Editor: Subbag Program Informasi dan Humas

.

 

Saat ini Indonesia tengah mengalami transisi epidemiologi penyakit yang ditandai dengan meningkatnya angka kematian dan angka kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti jantung, stroke, gagal ginjal, diabetes dll. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang ingin serba cepat dan praktis. Misalnya dari segi menu makanan, masyarakat saat ini cenderung memilih makanan yang siap saji yang belum tentu memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, ditambah lagi kebiasaan merokok. Hal ini diperparah dengan minimnya aktifitas fisik yang dilakukan karena mudahnya mengakses barang atau produk yang diinginkan tanpa harus pergi ke tokonya langsung, hanya dengan memencet tombol keyboard di layar handphone semua yang diinginkan bisa diantar langsung ke tempat.

Angka penyakit tidak menular di Indonesia saat ini menunjukkan angka yang menghawatirkan, pada tahun 2016 tercatat prevalensi penderita Hipertensi sebanyak 30,9%, Obesitas 33,5%. Jumlah penderita PTM di Kabupaten Mandailing Natal  tahun 2017 juga menunjukkan angka yang tidak sedikit, penderita hipertensi  sebanyak 2.916 atau sebesar 29,98%, sedangkan Obesitas sebanyak 267 penderita  atau 2,75%.

Dampak meningkatya kejadian PTM adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah, menurunnya daya saing negara yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa, untuk itu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. 

Forum Koordinasi Germas Kabupaten Mandailing Natal, 10 Juli 2018 di Aula Hotel Rindang Panyabungan

Sesuai intruksi Presiden No.1 Tahun 2017 tentang Germas bahwa gerakan ini sebagai salah satu perwujudan dari Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden kepada semua pimpinan daerah, pimpinan institusi pemerintahan dan masyarakat, untuk melaksanakan kegiatan Germas di lingkup tanggung jawab masing-masing. Ada 6 fokus Kegiatan utama dalam Germas antara lain seperti (1) melakukan aktifitas fisik, (2) mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, (3) cek kesehatan rutin 6 bulan sekali untuk mendeteksi dini penyakit, (4) tidak merokok, (5) tidak mengkonsumsi alkohol, (6) membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban sehat.

Forum Koordinasi Germas Kabupaten Mandailing Natal, 10 Juli 2018 di Aula Hotel Rindang Panyabungan

 

Sebagai awal dilaksanakannya program nasional tersebut, di Kabupaten Mandailing Natal dilakukan Pertemuan forum koordinasi untuk terlaksananya implementasi Germas di Kabupaten Mandaiing Natal, Forum ini dilaksanakan di Aula Hotel Rindang Panyabungan pada tanggal 10 Juli 2018 dan dihadiri oleh Lintas Sektoral terkait OPD Pemda Kabupaten Mandailing Natal. Dengan terlaksananya pertemuan tersebut diharapkan adanya komitmen dari lintas sektor dalam mendukung kegiatan Germas dengan adanya wujud nyata dari kegiatan-kegiatan yang langsung dapat menggerakkan masyarakat agar mau melaksanakan ke-enam kegiatan Germas tersebut.

Kontributor: Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Editor: Subbag Program, Informasi dan Humas

Measles Rubella (MR) adalah penyakit campak dan rubella yaitu penyakit infeksi menular melalui saluran atas. Gejalanya untuk campak seperti demam tinggi, bercak kemerahan disertai dengan batuk, pilek dan mata merah. Sedangkan Rubella tidak spesifik gejalanya, bahkan bisa tanpa gejala, gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri persendian. agar terlindung dari penyakit campak dan rubella diberikan imunisasi dengan vaksin MR karena tidak ada pengobatan sama sekali untuk penyakit campak dan rubella. Vaksin MR aman digunakan dan telah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan izin edar dari BPOM.

   

Kampanye imunisasi MR adalah upaya pencegahan penularan penyakit campak dan rubella di masyarakat dengan cara pemberian vaksin MR secara massal pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan penyakit campak dan rubella yang dapat meyebabkan kecacatan dan kematian. Kampanye imunisasi MR dilakukan pada bulan Agustus (sekolah) dan September (puskesmas, posyandu) tahun 2018 diluar pulau Jawa khususnya Kabupaten Mandailing Natal. Untuk imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit sehingga terdapat adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016.

REKRUTMEN ENUMERATOR RISKESDASREKRUTMEN ENUMERATOR RISKESDASRiset Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan penelitian bidang kesehatan berbasis komunitas yang hasilnya dapat menggambarkan status kesehatan di tingkat kabupaten/kota. Data Riskesdas diperlukan untuk memberikan informasi pencapaian hasil pembangunan kesehatan yang telah dilakukan, sehingga dapat mendukung penyusunan kebijakan serta program dan kegiatan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Untuk mencapai hasil Riskesdas yang optimal maka diperlukan ENUMERATOR yang berkompeten sebagai ujung tombak kegiatan pengumpulan data. Berdasarkan Surat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nomor LB.02.03/1/1143/2018 perihal Rekrutmen Enumerator Riskesdas Korwil II, maka dengan ini dibuka kesempatan bagi Saudara/i untuk menjadi bagian dari Tim Enumerator (Pengumpul Data Lapangan) Riskesdas 2018 di Kabupaten Mandailing Natal.

Silahkan mengklik tautan untuk informasi selengkapnya.

Panyabungan, 22 September 2017.

Penerapan Information Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) pada pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat membantu dan sangat bermanfaat terutama pada persoalan efisiensi dan efektifitas, baik dalam mekanisme pemakaiannya maupun dalam pelayanan kepada masyarakat lebih-lebih dalam hal penyebarluasan informasi. Sebagai salah satu contoh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal yang saat ini dipimpin Drs. Zulham Syahputra (Plt. Kepala Dinas) dengan Tugas Pokok dan Fungsinya sebagai penyedia informasi lapangan kerja bagi masyarakat pencari kerja Mandailing Natal telah menerapkan fasilitas TIK yaitu aplikasi untuk para pencari kerja yang difungsikan sebagai layanan cepat akses info ketenegakerjaan yaitu aplikasi KIOS 3in1. Informasi dapat dilihat dan diakses tanpa harus bertatap muka antara pencari kerja dengan pemberi pekerjaan, dan sebelum penempatan, pencari kerja dimudahkan untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi terlebih dahulu.

Rabu, tanggal 20 September 2017, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja mengundang Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal via telepon seluler untuk berkunjung dan melihat langsung demontrasi aplikasi Kios 3in1 berbasis web. Tiga manfaat dikemas dalam 1 (satu) aplikasi. Aplikasi ini diadopsi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia – Direktorat Bina Kelembagaan Pelatihan Ditjen Binalattas. Aplikasi ini disediakan untuk Dinas Tenaga Kerja melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK). Manfaat penerapan aplikasi Kios 3in1 bagi pencari kerja ialah untuk memudahkan mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan mendapatkan pekerjaan (penempatan). Manfaat bagi instansi / perusahaan yang memberi pekerjaan ialah dapat mencari dan memperoleh tenaga kerja terampil sesuai dengan yang diperlukan. Dalam aplikasi ini terjadi komunikasi antara pencari pekerja dan yang memberi pekerjaan secara 2 (dua) arah tanpa tatap muka dan tanpa teleconference. Kedua belah pihak hanya memakai aplikasi dengan url http://www.kios3in1.net/blkmadina/.

Menurut Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja bahwa konsep yang digunakan dalam aplikasi Kios 3in1 adalah sistem pengembangan SDM atau tenaga kerja dengan memanfaatkan perangkat lunak atau sistem teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, dunia usaha, maupun antar instansi pemerintah. Ruang lingkup sistem Kios 3in1 tidak hanya terbatas pada pencari kerja yang ada di lingkungan pelatihan saja, melainkan seluruh pencari kerja di Kabupaten Mandailing Natal. Konsep Kios 3in1 dibangun berdasarkan pendekatan yang komprehensif antara PELATIHAN – SERTIFIKASI – PENEMPATAN.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal mengatakan, prinsip pelatihan adalah melengkapi kompetensi kerja yang sesuai dengan tuntutan permintaan atau syarat jabatan dari pengguna (user) / pemberi kerja / perusahaan/ dunia usaha / dunia industri. Efektivitas pelatihan sangat tergantung pada kondisi tenaga kerja yang akan dilatih serta penyelenggaraan pelatihan perlu didukung oleh sistem informasi pasar kerja tentang ketersediaan dan kondisi penyediaan tenaga kerja. Program sertifikasi dilakukan sebagai bukti keabsahan kualifikasi kompetensi yang dimiliki seseorang, setelah yang bersangkutan mengikuti proses uji kompetensi sesuai dengan keahliannya. Uji kompetensi harus sesuai dengan syarat jabatan pada sisi permintaan. Pelaksanaan uji kompetensi perlu didukung oleh sarana dan peralatan uji terutama dalam praktek mengoperasikan alat-alat produksi. Disamping itu uji kompetensi harus dilakukan oleh tenaga ahli yang menguasai dan memiliki keprofesionalan pada bidang kompetensi yang diujikan.

Apabila pelatihan dilakukan berdasarkan permintaan yang sudah riil, maka penempatan akan berlangsung secara otomatis. Peserta pelatihan perlu juga dipersiapkan untuk bekerja secara mandiri. Sebelum melakukan pelatihan perlu kejelasan informasi mengenai syarat jabatan atau kompetensi yang dibutuhkan. Informasi seperti itu harus dapat tersedia melalui Pusat Informasi Pasar Kerja (IPK). Penempatan tersebut dapat dilakukan oleh lembaga atau instansi Pemerintah dan atau Bursa Tenaga Kerja Swasta.

Sebelum pelaksanaan demonstrasi aplikasi ini, Drs. Zulham Syahputra (Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja) dengan timnya melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar fasilitas Kios 3in1 dapat difungsikan di Kabupaten Mandailing Natal sebagai salah satu upaya dalam mengurangi tingkat angka pengangguran yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada upaya maupun strategi penanggulangan kemiskinan.

Mulia Raja Nasution, S. Kom., MM. selaku Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja mengatakan bahwa aplikasi Kios 3in1 ini nantinya diintegrasikan dengan Layanan Cepat Akses Informasi Ketenagakerjaan Berbasis Website dan SMS Gateway Kabupaten Mandailing Natal yang aplikasinya ditanam atau ditempatkan pada server madina.go.id yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal.

Tim teknis dari Kementerian Ketenagakerjaan pada tanggal 20 September 2017 telah melakukan instalasi dan pelatihan teknis operasional terkait layanan ini. Penggunaan aplikasi Kios 3in1 ini juga disaksikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal (Ir. Herman Hidayat – Plt. Kadis., Muhammad Ikbal, S. Psi.- Kabid. Layanan e-Government, dan Zulkifli Pulungan, S. Kom., M. Kom. – Kasi. Tata Kelola e-Government).

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal sebagai leading sector Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis ICT dan penerapan e-Government mengatakan bahwa layanan Kios 3in1 ini merupakan salah satu bagian dari konsep penyelenggaraan e-Government menuju Smart City yang sedang dilakukan persiapannya melalui Master Plant e-Government Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Master Plant atau Rencana Induk e-Government ini diharapkan selesai bulan Desember 2017. Semoga dalam waktu dekat, diharapkan system yang sedang dibangun ini dapat segera difungsikan guna meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam bidang ketenagakerjaan.

Lebih lanjut Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika menambahkan tentang perkembangan persiapan Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis ICT dan penerapan e-Government. OPD selain Dinas Tenaga Kerja yang sedang dalam proses yaitu :

Inspektorat dengan aplikasi Lapor! SP4N (saat ini menunggu usulan petugas penghubung OPD dan Kecamatan). Badan Perencana Pembangunan Daerah dengan aplikasi e-Planning (proses singkronisasi aplikasi Standard Harga Satuan). Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan aset Daerah dengan e-Budgeting, Simda, dan Simbada (Simda dan Simbada hampir rampung 100%). Selain OPD di atas ada e-Perizinan / SiCantik dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu, e-Kepegawaian dari Badan Kepegawaian Daerah, dan Aplikasi JAGA dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang semuanya dalam proses pembentukan dan direncanakan tampil pada Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi KPK Pencegahan Korupsi Terintegrasi Provinsi Sumatera Utara per Posisi B11/2017. Aplikasi lainnya seperti Aplikasi Administrasi Perkantoran (surat menyurat) SiMAYA dalam tahap penyusunan akun user (sesuai eselon) dan proses pendaftaran akun resmi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia – Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Cq. Direktur e-Government.

By : TIM madina.go.id 2017730

Panyabungan, 26 Agustus 2017
madina.go.id website resmi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Setiap bangsa yang pernah dijajah oleh bangsa lain tidak pernah melupakan hari atau tanggal Proklamasi Kemerdekaan bangsanya. Sebab, itulah hari yang paling penting dalam sejarah bangsa dan negaranya. Proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan bahwa suatu bangsa mulai saat itu bebas dari penjajahan, bebas dari kekuasaan, dan paksaan bangsa lain.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sebagai salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terletak paling ujung pada provinsi ini dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan Ibukotanya Panyabungan (Kecamatan Panyabungan) terdiri dari 23 Kecamatan, dan telah genap berusia 18 (delapan belas) tahun pada tanggal 9 Maret 2017 yang lalu.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang disingkat dengan Pemkab. Madina yang merupakan asal muasal kata madina pada penamaan website resminya, sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Republik Indonesia ini dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indoensia. Penyemarakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017 ini antara lain: pertandingan bola volly antar pelajar, hiburan anak sekolah, goes pesona Madina / sepeda santai, senam, donor darah, lomba lari jarak 10K antar pelajar, tari kreasi sekolah, Malam Hiburan Rakyat, Teatrikal Laskar Djambatan Merah, Gordang Sambilan, Tortor, pengukuhan Paskibra, mendengarkan Pidato Kenegaraan, karnaval, Renungan Suci, pemberian remisi WBP, upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi, defile, upaca Penurunan Bendera Merah Putih, malam Resepsi, dan peletekan batu pertama pembangunan Tugu Pahlawan di Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan serta pelayanan kesehatan.

Tanggal 20 Agustus 2017 penutupan Kompetisi Sepakbola Piala Bupati 2017 di Lapangan Kebun Karet Laru Lombang Kec. Tambangan.  Tanggal 25 Agustus 2017 pukul 20.30 pembubaran Paskibra Tahun 2017 yang dipusatkan di Pasar Kotanopan Kec. Kotanopan sekaligus Pawai Taptu yang dilakoni oleh para pelajar Kec. Kotanopan dan disambut baik oleh masyarakat Kec. Kotanopan, khususnya masyarakat Kelurahan Pasar Kotanopan.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017 dipusatkan pada hamparan Tapian Sirisiri Syariah di pinggiran Aek Batanggadis sebelah Timur Masjid Agung Nur ala Nur dan persis berada pada lembah sebelah Utara Komplek Perkantoran Bupati Mandailing Natal yang mana pada periode 2016-2021 dipimpin oleh Drs. H. Dahlan Hasan Nasution sebagai Bupati Mandailing Natal dan H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution sebagai Wakil Bupati Mandailing Natal.

Di setiap kecamatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, juga dilakukan upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi, defile, Penurunan Bendera Merah Putih, dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti panjat pinang, tarik tambang, lomba lari memakai karung, sepak bola mamakai sarung, dan lain-lain perlombaan yang secara tidak langsung menumbuhkankembangkan sprite fighter para pemainnya. Kesemua kegiatan ini merupakan penyemarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017.

Pembina Upacara pada pelaksanaan upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi oleh Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution dan pembawa baki Bendera Merah Putih Puan Iruna Azahra pelajar MAN Panyabungan, Pembina Upacara Penurunan Bendera Merah Putih oleh Kapolres Mandailing Natal Sonny Sumatri, S.IK. dan pembawa baki Bendera Merah Putih Anni Kholilah pelajar SMKN Kotanopan.

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih ialah pelajar SLTA sederajat dari Kec. Panyabungan, Kec. Siabu, dan Kec. Kotanopan. Dipersiapkan sejak dua bulan yang lalu, dilatih oleh pasukan Kompi Senapan B Mangga Dua : Serka Kisman, Serda Karyono, dan Serda Hotman Hasibuan. Purna Paskibra : Zulpan Wardani Dakosta Timor, Manaon, dan Tajri Riski. Kegiatan dikoordinir oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mandailing Natal Rahmat Hidayat Dalimunthe, S. Pd., dibantu Kepala Bidang Layanan Pemuda H. Muktar Hanafi Rangkuty, S. Pd., dan staf : Ali Basa, Redo Samanhudi Putra, Muhammad Yasid Matondang.

Dikutip dari website Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia www.setneg.go.id tentang Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai berikut :

KERJASAMA.
Kebersamaan merupakan prinsip dasar masyarakat Indonesia dalam berkehidupan berbangsa.

GOTONG ROYONG.
Gotong royong merupakan manifestasi konkrit dari semangat kebersamaan antar-masyarakat dalam bahu membahu dan tolong-menolong.

Logo ’72 TAHUN INDONESIA KERJA BERSAMA’ merupakan representasi dari semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Angka ‘7’ pada logo merupakan simbolisasi dari sebuah anak panah yang menyerong ke arah kanan
atas. Hal tersebut melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi Angka ‘2’ pada logo yang terlihat merangkul Angka ‘7’ merupakan perlambangan dari asas kebersamaan dalam bekerja membangun Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Bentuk angka ‘2’ juga merepresentasikan bentuk bendera Indonesia yang terdiri dari dua bagian.

Penggunaan slogan memiliki maksud sebagai berikut:

Kerja Bersama.
Menunjukkan pendekatan yang bersifat merangkul dan juga memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Bersama Kerja.
Menunjukkan ajakan untuk bersama-sama bekerja membangun kemajuan Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Mari kita renungkan bersama lagu MERAH PUTIH Cipt. Gombloh berikut ini :

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engaku didadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini
Selaras dan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan kharismamu

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu

Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban oh..
Putera bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan

Volli antar Pelajar Putra-putri

Goes Sepeda

Lomba Lari 10k

Malam Hiburan Rakyat

Teatrikal Laskar Djambatan Merah

Tortor

Pengukuhan Paskibra

Mendengarkan Pidato Kenegaraan

Karnaval

Renungan Suci

Pemberian Remisi

Upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi

Salah satu teatrikal perlawanan Bangsa Indonesia melawan penjajah.

Defille

Upacara Penurunan Bendera

Malam Resepsi

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Pahlawan di Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan

Final Kompetisi Sepakbola Piala Bupati 2017 di Lapangan Kebun Karet Laru Lombang Kec. Tambangan

Pembubaran Paskibra dan Malam Taptu di Kotanopan

Pelayanan Kesehatan di Desa Sayur Maincat Kotanopan

KEGIATAN DI BEBERAPA KECAMATAN

Kec. Kotanopan

Kec. Lingga Bayu

Kec. Bukit Malintang.

Kec. Muara Batanggadis.

Kec. Muara Sipongi.

Kec. Panyabungan Barat.

Kec. Siabu

By : TIM 2017730

Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny.Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art sedang mementaskan sebuah Drama Perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” (15/8)

 

PANYABUNGAN – Untuk Menyemarakkan sekaligus Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal mengadakan pementasan drama perjuangan di Taman Raja Batu, Komplek Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Selasa (15/08).
Drama perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” terselenggara berkat kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal dengan Lembaga Kesenian Mandailing Djeges Art. Drama Perjuangan  ini mengisahkan sebuah kisah perjuangan laskar-laskar dimasa perang kemerdekaan tahun 1945 – 1949, dimana pada masa tersebut banyak laskar-laskar perjuangan yang membentuk kesatuan sendiri dengan pangkat yang tidak ada aturan bakunya alias sesuka hati para pimpinannya. Untuk kawasan Wilayah Mandailing Natal, laskar-laskar perjuangan tersebut  berbasis di Jembatan Merah, tepatnya di tugu persimpangan jalan menuju Kotanopan dan Natal.
Drama Perjuangan “Laskar Djembatan Merah” yang diperankan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art ini selain menceritakan kisah perjuangan melawan penjajahan Belanda dalam merebut kemerdekaan di kawasan Mandailing, juga dibumbui kisah percintaan antara Ucok pemimpin Laskar yang diperankan oleh Bob Dimas kepada tokoh Sakdiyah yang diperankan oleh Ika Desika Nasution.
Ditengah perjuangan melawan penjajahan Belanda, Ucok, sang pemimpin Laskar Djembatan Merah, pekerjaan sehari-harinya adalah Maling. Oleh karena itu, sang ibu tidak begitu percaya kalau anaknya waktu itu telah menjadi seorang pemimpin laskar gerilya yang berjuang melawan penjajahan Belanda.
Di suatu masa, laskar perjuanganyang dibawah komando Ucok, berhasil menangkap Sakdiyah, karena dikira sebagai mata-mata Belanda. Atas penangkapan dirinya, Sakdiyah menjadi tahanan para laskar pejuang kemerndekaan. Namun dengan paras yang begitu cantik, sang tahanan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari sang pemimpin komando laskar. Dan tak disangka, Ucok, Sang Komandan Pejuang pun akhirnya jatuh cinta kepada Sakdiyah.
Cintanya Ucok, sang komandan ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, padahal Ucok memiliki sikap yang temperamen tegas dan pemarah. Namun sang komandan pejuang pun memiliki sisi hati yang lembut, inilah yang membuat perlahan-lahan Sakdiyah mulai menyukai Ucok. Drama kisah sekelumit percintaan Ucok dan Sakdiyah di tengah perjuangan melawan penjajahan Belanda ini terlihat dari adegan pementasan drama tersebut, disaat Ucok kehilangan anggotanya yang bernama Sangkot.
Kematian Sangkot, anggota laskarnya, ternyata sangat membuat sedih Ucok. Apalagi Sangkot meninggalkan anak kecil. Pidato Ucok saat melepas dan pemakaman mayat Sangkot, menunjukkan kehalusan perasaan Ucok. Itu yang membuat Sakdiyah makin menyukai Ucok.
Pementasan drama ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa para pejuang kita khususnya yang berasal dari dareah Mandailing Natal yang berjuang secara gigih, tulus dan tanpa pamrih demi untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Namun akibat belum satu padunya para pejuang, sehingga perlawanan melawan penjajah dilaksanakan secara parsial dengan masing-masing membentuk laskar sendiri bahkan banyak yang gugur di medan pertempuran tanpa pernah tercatat nama dan perjuangannya.

Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution yang didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) memberikan penghormatan kepada pasukan Deville pada acara HUT RI Ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal (17/8).

 

PANYABUNGAN – Puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, dihelat dengan menggelar barisan Deville dan parade karval yang di ikuti oleh Pelajar, TNI, Polri, Korpri, Unsur organisasi kepemudaan dan masyarakat kabupaten Mandailing Natal, Kamis (17/8/2017).

Untuk acara Pawai Barisan Deville ini di mulai dari Depan Kantor KPUD Mandailing Natal Kelurahan Kayu Jati dan Finishnya di Pasar Baru Panyabungan. Pantauan, Jalan Protokol sepanjang Jalan Willem Iskandar mulai dari Kelurahan Kayu Jati menuju Pasar Baru di banjir warga. Terlihat warga begitu antusias untuk melihat pawai barisan Deville.

Bupati Mandailing Natal, Drs Dahlan Hasan Nasution kepada wartawan, mengatakan acara Deville ini rutin kita lakukan setiap memperingati HUT RI Ke-72. Tahun ini kita lihat bersama warga sangat antusias untuk melihat perayaan ini. “Walaupun berada di bawah panas terik matahari, warga tetap ramai menyaksikan Barisan Deville, ini membuktikan rasa nasionalis masyarakat Mandailing Natal sudah tinggi,” ucap Dahlan. lebih lanjut sang Bupati menyatakan, “Untuk itu kepada Masyarakat Mandailing Natal Madina saya minta supaya di HUT RI Ke 72 ini kita jadikan sebagai momentum untuk berbenah serta memperbaiki diri,” pinta Bupati Madina.

Turut Hadir dalam acara Barisan Deville Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny, Ketua DPRD Madina Hj Lely Hartaty, Dandim, Ketua Pengadilan Agama dan Kepala SKPD Pemkab Madina.

Sebelum pelaksanaan Barisan Deville, telah dilaksanakan pula pawai Karnaval untuk lebih menyemarakkan peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Pawai karnaval meriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (16/8). Pawai karnaval ini selain diikuti para siswa dari  tingkatan mulai dari  anak usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama serta lanjutan tingkat  atas ini juga di ikuti oleh badan/instansi yang ada dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam pawai tersebut para peserta karnaval selain menampilkan berbagai macam antaraksi  di depan panggung kehormatan juga diwarnai dengan pawai pakaian adat Bhinneka Tunggal hingga pemberian bingkisan kepada Bupati Mandailing Natal, Drs. H.Dahlan Hasan Nasution.

Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal dengan khidmat melakukan penaikan bendera yang diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada detik-detik Peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemkab Mandailing Natal yang dilaksanakan di Tapian Siri Siri Syariah Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan (17/8).

 

PANYABUNGAN – Detik-detik Peringatan HUT RI yang ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabaupaten Mandailing Natal dipusatkan di Tapian Siri Siri Syariah Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan (17/8). Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution bertindak sebagai Inspektur Ucara dan Komandan Upacara Kapten diamanahkan kepada Kapten Inf.  Takbir S.Pd. Peringatan HUT RI ke – 72 ini berlangsung dengan khidmat di bawah cuaca yang sangat kondusif. Ribuan peserta upacara terlihat dalam suasana hening ketika dibunyikannya sirene tanda detik-detik Proklamasi yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi.

Bupati Mandailing Natal, Drs. H.  Dahlan Hasan Nasution, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara terlihat penuh konsentrasi menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal, yang akan dikibarkan pada acara detik-detik peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Dengan diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan di bawah terik sinar matahari tampak peserta upacara dengan penuh antusias dan tetap samangat mengikuti upacara penaikan bendera merah putih yang ditugaskan kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)  dibawah komando Komandan Pleton Reyhan Sulistio Widodo.

Keseragaman gerakan dan bunyi derap langkah barisan Paskibra penaik bendera Merah Putih, semakin menambah hening dan khidmatnya Upacara Peringatan HUT RI ke- 72 tahun 2017 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Keberhasilan dan kesuksesan kegiatan penaikan bendera Merah Putih turut dirasakan bukan saja oleh seluruh peserta upacara namun juga dirasakan para anggota pengibar bendera yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal yang diberi amanah untuk melaksanakan tugas mulia tersebut. Upacara Peringatan HUT RI ke- 72 tahun 2017 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, turut dihadiri oleh FKPD Mandailing Natal, para Kepala SKPD Mandailing Natal, Ketua DPRD Mandailing Natal, Ketua TP PKK Mandailing Natal, Partai Politik, OKP, Ormas dan undangan lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Panyabungan, Arif Zahrulyani, SH, MH., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Kehormatan dan Renungan Suci, pada malam detik-detik peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 72, yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bahagia Siabu, Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (17/8/2017) pukul 00.00 WIB.

 

SIABU – Dalam mengenang arwah para pahlawan yang telah gugur merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesa Pemkab Mandailing Natal beserta TNI Polri, OKP dan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di taman makam Pahlawan Bahagia Siabu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (17/8/2017) pukul 00.00 WIB. Inspektur Upacara pada Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut adalah Kajari Panyabungan Arif Zahrulyani, SH, MH. Bertindak sebagai Perwira Upacara Danramil 12/Siabu Kapten Inf Misran, dan Pemimpin Upacara Kanit Intel Polsek Siabu Iptu Arizona.
Dalam Apel kehormatan dan Renungan Suci tersebut Arif Sahrulyani sebagai Inspektur Upacara menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara sebagai Pahlawan.
“Kami yang hadir pada hari ini, Rabu 17 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB pada upacara untuk memperingati akan jasa-jasa para pahlawan Angkatan Bersenjata 1 orang, Pengawai Negeri Sipil nihil, Pejuang Rakyat Nihil, dan Pahlawan tak dikenal Nihil, menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas kesucian pengorbanan saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan Negara dan bangsa,” kata Arif.
Lebih lanjut disampaikan oleh Arif bahwa mereka berjanji dan bersumpah bahwa perjuangan para pahlawan tersebut adalah perjuangan mereka pula, dan mereka berjanji kebaktian para pahlawan jalan mereka pula.
“Kami bersumpah dan berjanji bahwa perjuangan saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga, kami berdoa semoga arwah saudara diterima oleh tuhan Yang Maha ESa dan mendapat tempat yang sewajarnya,” tegas Arif.
Usai Upacara Apel kehormatan dan renungan suci tersebut selanjutnya peserta apel dan para undangan menandatangani buku tamu.
Berdasarkan pantauan dilapangan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal berhalangan hadir karena mengikuti acara di tempat lain, dan yang mewakili adalah Plt. Sekda Mandailing Natal Drs. M. Syafeii Lubis Lubis. Adapun Pejabat yang hadir dalam upacara Apel kehormatan dan renungan suci tersebut adalah Wakapolres Mandailing Natal, Kajari Panyabungan, dan sejumlah pimpinan SKPD di Lingkungan Pemkab Mandailing Natal dan sejumlah petinggi di jajaran TNI dan Polri Mandailing Natal.