Penulis: admin4situs

Home / Penulis: admin4situs

Goes Sepeda

26 September 2017 | Galeri | Tidak ada Komentar

Goes Sepeda memeriahkan 17 Agustus 2017

Panyabungan, 22 September 2017.

Penerapan Information Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) pada pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat membantu dan sangat bermanfaat terutama pada persoalan efisiensi dan efektifitas, baik dalam mekanisme pemakaiannya maupun dalam pelayanan kepada masyarakat lebih-lebih dalam hal penyebarluasan informasi. Sebagai salah satu contoh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal yang saat ini dipimpin Drs. Zulham Syahputra (Plt. Kepala Dinas) dengan Tugas Pokok dan Fungsinya sebagai penyedia informasi lapangan kerja bagi masyarakat pencari kerja Mandailing Natal telah menerapkan fasilitas TIK yaitu aplikasi untuk para pencari kerja yang difungsikan sebagai layanan cepat akses info ketenegakerjaan yaitu aplikasi KIOS 3in1. Informasi dapat dilihat dan diakses tanpa harus bertatap muka antara pencari kerja dengan pemberi pekerjaan, dan sebelum penempatan, pencari kerja dimudahkan untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi terlebih dahulu.

Rabu, tanggal 20 September 2017, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja mengundang Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal via telepon seluler untuk berkunjung dan melihat langsung demontrasi aplikasi Kios 3in1 berbasis web. Tiga manfaat dikemas dalam 1 (satu) aplikasi. Aplikasi ini diadopsi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia – Direktorat Bina Kelembagaan Pelatihan Ditjen Binalattas. Aplikasi ini disediakan untuk Dinas Tenaga Kerja melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK). Manfaat penerapan aplikasi Kios 3in1 bagi pencari kerja ialah untuk memudahkan mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan mendapatkan pekerjaan (penempatan). Manfaat bagi instansi / perusahaan yang memberi pekerjaan ialah dapat mencari dan memperoleh tenaga kerja terampil sesuai dengan yang diperlukan. Dalam aplikasi ini terjadi komunikasi antara pencari pekerja dan yang memberi pekerjaan secara 2 (dua) arah tanpa tatap muka dan tanpa teleconference. Kedua belah pihak hanya memakai aplikasi dengan url http://www.kios3in1.net/blkmadina/.

Menurut Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja bahwa konsep yang digunakan dalam aplikasi Kios 3in1 adalah sistem pengembangan SDM atau tenaga kerja dengan memanfaatkan perangkat lunak atau sistem teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, dunia usaha, maupun antar instansi pemerintah. Ruang lingkup sistem Kios 3in1 tidak hanya terbatas pada pencari kerja yang ada di lingkungan pelatihan saja, melainkan seluruh pencari kerja di Kabupaten Mandailing Natal. Konsep Kios 3in1 dibangun berdasarkan pendekatan yang komprehensif antara PELATIHAN – SERTIFIKASI – PENEMPATAN.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal mengatakan, prinsip pelatihan adalah melengkapi kompetensi kerja yang sesuai dengan tuntutan permintaan atau syarat jabatan dari pengguna (user) / pemberi kerja / perusahaan/ dunia usaha / dunia industri. Efektivitas pelatihan sangat tergantung pada kondisi tenaga kerja yang akan dilatih serta penyelenggaraan pelatihan perlu didukung oleh sistem informasi pasar kerja tentang ketersediaan dan kondisi penyediaan tenaga kerja. Program sertifikasi dilakukan sebagai bukti keabsahan kualifikasi kompetensi yang dimiliki seseorang, setelah yang bersangkutan mengikuti proses uji kompetensi sesuai dengan keahliannya. Uji kompetensi harus sesuai dengan syarat jabatan pada sisi permintaan. Pelaksanaan uji kompetensi perlu didukung oleh sarana dan peralatan uji terutama dalam praktek mengoperasikan alat-alat produksi. Disamping itu uji kompetensi harus dilakukan oleh tenaga ahli yang menguasai dan memiliki keprofesionalan pada bidang kompetensi yang diujikan.

Apabila pelatihan dilakukan berdasarkan permintaan yang sudah riil, maka penempatan akan berlangsung secara otomatis. Peserta pelatihan perlu juga dipersiapkan untuk bekerja secara mandiri. Sebelum melakukan pelatihan perlu kejelasan informasi mengenai syarat jabatan atau kompetensi yang dibutuhkan. Informasi seperti itu harus dapat tersedia melalui Pusat Informasi Pasar Kerja (IPK). Penempatan tersebut dapat dilakukan oleh lembaga atau instansi Pemerintah dan atau Bursa Tenaga Kerja Swasta.

Sebelum pelaksanaan demonstrasi aplikasi ini, Drs. Zulham Syahputra (Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja) dengan timnya melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar fasilitas Kios 3in1 dapat difungsikan di Kabupaten Mandailing Natal sebagai salah satu upaya dalam mengurangi tingkat angka pengangguran yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada upaya maupun strategi penanggulangan kemiskinan.

Mulia Raja Nasution, S. Kom., MM. selaku Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja mengatakan bahwa aplikasi Kios 3in1 ini nantinya diintegrasikan dengan Layanan Cepat Akses Informasi Ketenagakerjaan Berbasis Website dan SMS Gateway Kabupaten Mandailing Natal yang aplikasinya ditanam atau ditempatkan pada server madina.go.id yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal.

Tim teknis dari Kementerian Ketenagakerjaan pada tanggal 20 September 2017 telah melakukan instalasi dan pelatihan teknis operasional terkait layanan ini. Penggunaan aplikasi Kios 3in1 ini juga disaksikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal (Ir. Herman Hidayat – Plt. Kadis., Muhammad Ikbal, S. Psi.- Kabid. Layanan e-Government, dan Zulkifli Pulungan, S. Kom., M. Kom. – Kasi. Tata Kelola e-Government).

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal sebagai leading sector Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis ICT dan penerapan e-Government mengatakan bahwa layanan Kios 3in1 ini merupakan salah satu bagian dari konsep penyelenggaraan e-Government menuju Smart City yang sedang dilakukan persiapannya melalui Master Plant e-Government Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Master Plant atau Rencana Induk e-Government ini diharapkan selesai bulan Desember 2017. Semoga dalam waktu dekat, diharapkan system yang sedang dibangun ini dapat segera difungsikan guna meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam bidang ketenagakerjaan.

Lebih lanjut Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika menambahkan tentang perkembangan persiapan Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis ICT dan penerapan e-Government. OPD selain Dinas Tenaga Kerja yang sedang dalam proses yaitu :

Inspektorat dengan aplikasi Lapor! SP4N (saat ini menunggu usulan petugas penghubung OPD dan Kecamatan). Badan Perencana Pembangunan Daerah dengan aplikasi e-Planning (proses singkronisasi aplikasi Standard Harga Satuan). Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan aset Daerah dengan e-Budgeting, Simda, dan Simbada (Simda dan Simbada hampir rampung 100%). Selain OPD di atas ada e-Perizinan / SiCantik dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu, e-Kepegawaian dari Badan Kepegawaian Daerah, dan Aplikasi JAGA dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang semuanya dalam proses pembentukan dan direncanakan tampil pada Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi KPK Pencegahan Korupsi Terintegrasi Provinsi Sumatera Utara per Posisi B11/2017. Aplikasi lainnya seperti Aplikasi Administrasi Perkantoran (surat menyurat) SiMAYA dalam tahap penyusunan akun user (sesuai eselon) dan proses pendaftaran akun resmi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia – Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Cq. Direktur e-Government.

By : TIM madina.go.id 2017730

Panyabungan, 26 Agustus 2017
madina.go.id website resmi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Setiap bangsa yang pernah dijajah oleh bangsa lain tidak pernah melupakan hari atau tanggal Proklamasi Kemerdekaan bangsanya. Sebab, itulah hari yang paling penting dalam sejarah bangsa dan negaranya. Proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan bahwa suatu bangsa mulai saat itu bebas dari penjajahan, bebas dari kekuasaan, dan paksaan bangsa lain.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sebagai salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terletak paling ujung pada provinsi ini dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan Ibukotanya Panyabungan (Kecamatan Panyabungan) terdiri dari 23 Kecamatan, dan telah genap berusia 18 (delapan belas) tahun pada tanggal 9 Maret 2017 yang lalu.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang disingkat dengan Pemkab. Madina yang merupakan asal muasal kata madina pada penamaan website resminya, sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Republik Indonesia ini dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indoensia. Penyemarakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017 ini antara lain: pertandingan bola volly antar pelajar, hiburan anak sekolah, goes pesona Madina / sepeda santai, senam, donor darah, lomba lari jarak 10K antar pelajar, tari kreasi sekolah, Malam Hiburan Rakyat, Teatrikal Laskar Djambatan Merah, Gordang Sambilan, Tortor, pengukuhan Paskibra, mendengarkan Pidato Kenegaraan, karnaval, Renungan Suci, pemberian remisi WBP, upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi, defile, upaca Penurunan Bendera Merah Putih, malam Resepsi, dan peletekan batu pertama pembangunan Tugu Pahlawan di Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan serta pelayanan kesehatan.

Tanggal 20 Agustus 2017 penutupan Kompetisi Sepakbola Piala Bupati 2017 di Lapangan Kebun Karet Laru Lombang Kec. Tambangan.  Tanggal 25 Agustus 2017 pukul 20.30 pembubaran Paskibra Tahun 2017 yang dipusatkan di Pasar Kotanopan Kec. Kotanopan sekaligus Pawai Taptu yang dilakoni oleh para pelajar Kec. Kotanopan dan disambut baik oleh masyarakat Kec. Kotanopan, khususnya masyarakat Kelurahan Pasar Kotanopan.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017 dipusatkan pada hamparan Tapian Sirisiri Syariah di pinggiran Aek Batanggadis sebelah Timur Masjid Agung Nur ala Nur dan persis berada pada lembah sebelah Utara Komplek Perkantoran Bupati Mandailing Natal yang mana pada periode 2016-2021 dipimpin oleh Drs. H. Dahlan Hasan Nasution sebagai Bupati Mandailing Natal dan H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution sebagai Wakil Bupati Mandailing Natal.

Di setiap kecamatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, juga dilakukan upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi, defile, Penurunan Bendera Merah Putih, dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti panjat pinang, tarik tambang, lomba lari memakai karung, sepak bola mamakai sarung, dan lain-lain perlombaan yang secara tidak langsung menumbuhkankembangkan sprite fighter para pemainnya. Kesemua kegiatan ini merupakan penyemarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017.

Pembina Upacara pada pelaksanaan upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi oleh Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution dan pembawa baki Bendera Merah Putih Puan Iruna Azahra pelajar MAN Panyabungan, Pembina Upacara Penurunan Bendera Merah Putih oleh Kapolres Mandailing Natal Sonny Sumatri, S.IK. dan pembawa baki Bendera Merah Putih Anni Kholilah pelajar SMKN Kotanopan.

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih ialah pelajar SLTA sederajat dari Kec. Panyabungan, Kec. Siabu, dan Kec. Kotanopan. Dipersiapkan sejak dua bulan yang lalu, dilatih oleh pasukan Kompi Senapan B Mangga Dua : Serka Kisman, Serda Karyono, dan Serda Hotman Hasibuan. Purna Paskibra : Zulpan Wardani Dakosta Timor, Manaon, dan Tajri Riski. Kegiatan dikoordinir oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mandailing Natal Rahmat Hidayat Dalimunthe, S. Pd., dibantu Kepala Bidang Layanan Pemuda H. Muktar Hanafi Rangkuty, S. Pd., dan staf : Ali Basa, Redo Samanhudi Putra, Muhammad Yasid Matondang.

Dikutip dari website Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia www.setneg.go.id tentang Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai berikut :

KERJASAMA.
Kebersamaan merupakan prinsip dasar masyarakat Indonesia dalam berkehidupan berbangsa.

GOTONG ROYONG.
Gotong royong merupakan manifestasi konkrit dari semangat kebersamaan antar-masyarakat dalam bahu membahu dan tolong-menolong.

Logo ’72 TAHUN INDONESIA KERJA BERSAMA’ merupakan representasi dari semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Angka ‘7’ pada logo merupakan simbolisasi dari sebuah anak panah yang menyerong ke arah kanan
atas. Hal tersebut melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi Angka ‘2’ pada logo yang terlihat merangkul Angka ‘7’ merupakan perlambangan dari asas kebersamaan dalam bekerja membangun Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Bentuk angka ‘2’ juga merepresentasikan bentuk bendera Indonesia yang terdiri dari dua bagian.

Penggunaan slogan memiliki maksud sebagai berikut:

Kerja Bersama.
Menunjukkan pendekatan yang bersifat merangkul dan juga memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Bersama Kerja.
Menunjukkan ajakan untuk bersama-sama bekerja membangun kemajuan Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Mari kita renungkan bersama lagu MERAH PUTIH Cipt. Gombloh berikut ini :

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engaku didadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini
Selaras dan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan kharismamu

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu

Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban oh..
Putera bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan

Volli antar Pelajar Putra-putri

Goes Sepeda

Lomba Lari 10k

Malam Hiburan Rakyat

Teatrikal Laskar Djambatan Merah

Tortor

Pengukuhan Paskibra

Mendengarkan Pidato Kenegaraan

Karnaval

Renungan Suci

Pemberian Remisi

Upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi

Salah satu teatrikal perlawanan Bangsa Indonesia melawan penjajah.

Defille

Upacara Penurunan Bendera

Malam Resepsi

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Pahlawan di Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan

Final Kompetisi Sepakbola Piala Bupati 2017 di Lapangan Kebun Karet Laru Lombang Kec. Tambangan

Pembubaran Paskibra dan Malam Taptu di Kotanopan

Pelayanan Kesehatan di Desa Sayur Maincat Kotanopan

KEGIATAN DI BEBERAPA KECAMATAN

Kec. Kotanopan

Kec. Lingga Bayu

Kec. Bukit Malintang.

Kec. Muara Batanggadis.

Kec. Muara Sipongi.

Kec. Panyabungan Barat.

Kec. Siabu

By : TIM 2017730

Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny.Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art sedang mementaskan sebuah Drama Perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” (15/8)

 

PANYABUNGAN – Untuk Menyemarakkan sekaligus Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal mengadakan pementasan drama perjuangan di Taman Raja Batu, Komplek Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Selasa (15/08).
Drama perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” terselenggara berkat kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal dengan Lembaga Kesenian Mandailing Djeges Art. Drama Perjuangan  ini mengisahkan sebuah kisah perjuangan laskar-laskar dimasa perang kemerdekaan tahun 1945 – 1949, dimana pada masa tersebut banyak laskar-laskar perjuangan yang membentuk kesatuan sendiri dengan pangkat yang tidak ada aturan bakunya alias sesuka hati para pimpinannya. Untuk kawasan Wilayah Mandailing Natal, laskar-laskar perjuangan tersebut  berbasis di Jembatan Merah, tepatnya di tugu persimpangan jalan menuju Kotanopan dan Natal.
Drama Perjuangan “Laskar Djembatan Merah” yang diperankan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art ini selain menceritakan kisah perjuangan melawan penjajahan Belanda dalam merebut kemerdekaan di kawasan Mandailing, juga dibumbui kisah percintaan antara Ucok pemimpin Laskar yang diperankan oleh Bob Dimas kepada tokoh Sakdiyah yang diperankan oleh Ika Desika Nasution.
Ditengah perjuangan melawan penjajahan Belanda, Ucok, sang pemimpin Laskar Djembatan Merah, pekerjaan sehari-harinya adalah Maling. Oleh karena itu, sang ibu tidak begitu percaya kalau anaknya waktu itu telah menjadi seorang pemimpin laskar gerilya yang berjuang melawan penjajahan Belanda.
Di suatu masa, laskar perjuanganyang dibawah komando Ucok, berhasil menangkap Sakdiyah, karena dikira sebagai mata-mata Belanda. Atas penangkapan dirinya, Sakdiyah menjadi tahanan para laskar pejuang kemerndekaan. Namun dengan paras yang begitu cantik, sang tahanan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari sang pemimpin komando laskar. Dan tak disangka, Ucok, Sang Komandan Pejuang pun akhirnya jatuh cinta kepada Sakdiyah.
Cintanya Ucok, sang komandan ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, padahal Ucok memiliki sikap yang temperamen tegas dan pemarah. Namun sang komandan pejuang pun memiliki sisi hati yang lembut, inilah yang membuat perlahan-lahan Sakdiyah mulai menyukai Ucok. Drama kisah sekelumit percintaan Ucok dan Sakdiyah di tengah perjuangan melawan penjajahan Belanda ini terlihat dari adegan pementasan drama tersebut, disaat Ucok kehilangan anggotanya yang bernama Sangkot.
Kematian Sangkot, anggota laskarnya, ternyata sangat membuat sedih Ucok. Apalagi Sangkot meninggalkan anak kecil. Pidato Ucok saat melepas dan pemakaman mayat Sangkot, menunjukkan kehalusan perasaan Ucok. Itu yang membuat Sakdiyah makin menyukai Ucok.
Pementasan drama ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa para pejuang kita khususnya yang berasal dari dareah Mandailing Natal yang berjuang secara gigih, tulus dan tanpa pamrih demi untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Namun akibat belum satu padunya para pejuang, sehingga perlawanan melawan penjajah dilaksanakan secara parsial dengan masing-masing membentuk laskar sendiri bahkan banyak yang gugur di medan pertempuran tanpa pernah tercatat nama dan perjuangannya.

Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution yang didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) memberikan penghormatan kepada pasukan Deville pada acara HUT RI Ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal (17/8).

 

PANYABUNGAN – Puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, dihelat dengan menggelar barisan Deville dan parade karval yang di ikuti oleh Pelajar, TNI, Polri, Korpri, Unsur organisasi kepemudaan dan masyarakat kabupaten Mandailing Natal, Kamis (17/8/2017).

Untuk acara Pawai Barisan Deville ini di mulai dari Depan Kantor KPUD Mandailing Natal Kelurahan Kayu Jati dan Finishnya di Pasar Baru Panyabungan. Pantauan, Jalan Protokol sepanjang Jalan Willem Iskandar mulai dari Kelurahan Kayu Jati menuju Pasar Baru di banjir warga. Terlihat warga begitu antusias untuk melihat pawai barisan Deville.

Bupati Mandailing Natal, Drs Dahlan Hasan Nasution kepada wartawan, mengatakan acara Deville ini rutin kita lakukan setiap memperingati HUT RI Ke-72. Tahun ini kita lihat bersama warga sangat antusias untuk melihat perayaan ini. “Walaupun berada di bawah panas terik matahari, warga tetap ramai menyaksikan Barisan Deville, ini membuktikan rasa nasionalis masyarakat Mandailing Natal sudah tinggi,” ucap Dahlan. lebih lanjut sang Bupati menyatakan, “Untuk itu kepada Masyarakat Mandailing Natal Madina saya minta supaya di HUT RI Ke 72 ini kita jadikan sebagai momentum untuk berbenah serta memperbaiki diri,” pinta Bupati Madina.

Turut Hadir dalam acara Barisan Deville Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny, Ketua DPRD Madina Hj Lely Hartaty, Dandim, Ketua Pengadilan Agama dan Kepala SKPD Pemkab Madina.

Sebelum pelaksanaan Barisan Deville, telah dilaksanakan pula pawai Karnaval untuk lebih menyemarakkan peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Pawai karnaval meriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (16/8). Pawai karnaval ini selain diikuti para siswa dari  tingkatan mulai dari  anak usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama serta lanjutan tingkat  atas ini juga di ikuti oleh badan/instansi yang ada dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam pawai tersebut para peserta karnaval selain menampilkan berbagai macam antaraksi  di depan panggung kehormatan juga diwarnai dengan pawai pakaian adat Bhinneka Tunggal hingga pemberian bingkisan kepada Bupati Mandailing Natal, Drs. H.Dahlan Hasan Nasution.

Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal dengan khidmat melakukan penaikan bendera yang diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada detik-detik Peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemkab Mandailing Natal yang dilaksanakan di Tapian Siri Siri Syariah Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan (17/8).

 

PANYABUNGAN – Detik-detik Peringatan HUT RI yang ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabaupaten Mandailing Natal dipusatkan di Tapian Siri Siri Syariah Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan (17/8). Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution bertindak sebagai Inspektur Ucara dan Komandan Upacara Kapten diamanahkan kepada Kapten Inf.  Takbir S.Pd. Peringatan HUT RI ke – 72 ini berlangsung dengan khidmat di bawah cuaca yang sangat kondusif. Ribuan peserta upacara terlihat dalam suasana hening ketika dibunyikannya sirene tanda detik-detik Proklamasi yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi.

Bupati Mandailing Natal, Drs. H.  Dahlan Hasan Nasution, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara terlihat penuh konsentrasi menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal, yang akan dikibarkan pada acara detik-detik peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Dengan diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan di bawah terik sinar matahari tampak peserta upacara dengan penuh antusias dan tetap samangat mengikuti upacara penaikan bendera merah putih yang ditugaskan kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)  dibawah komando Komandan Pleton Reyhan Sulistio Widodo.

Keseragaman gerakan dan bunyi derap langkah barisan Paskibra penaik bendera Merah Putih, semakin menambah hening dan khidmatnya Upacara Peringatan HUT RI ke- 72 tahun 2017 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Keberhasilan dan kesuksesan kegiatan penaikan bendera Merah Putih turut dirasakan bukan saja oleh seluruh peserta upacara namun juga dirasakan para anggota pengibar bendera yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal yang diberi amanah untuk melaksanakan tugas mulia tersebut. Upacara Peringatan HUT RI ke- 72 tahun 2017 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, turut dihadiri oleh FKPD Mandailing Natal, para Kepala SKPD Mandailing Natal, Ketua DPRD Mandailing Natal, Ketua TP PKK Mandailing Natal, Partai Politik, OKP, Ormas dan undangan lainnya.