Bulan: Agustus 2017

Home / Bulan: Agustus 2017

Panyabungan, 26 Agustus 2017
madina.go.id website resmi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Setiap bangsa yang pernah dijajah oleh bangsa lain tidak pernah melupakan hari atau tanggal Proklamasi Kemerdekaan bangsanya. Sebab, itulah hari yang paling penting dalam sejarah bangsa dan negaranya. Proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan bahwa suatu bangsa mulai saat itu bebas dari penjajahan, bebas dari kekuasaan, dan paksaan bangsa lain.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sebagai salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terletak paling ujung pada provinsi ini dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan Ibukotanya Panyabungan (Kecamatan Panyabungan) terdiri dari 23 Kecamatan, dan telah genap berusia 18 (delapan belas) tahun pada tanggal 9 Maret 2017 yang lalu.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang disingkat dengan Pemkab. Madina yang merupakan asal muasal kata madina pada penamaan website resminya, sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Republik Indonesia ini dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indoensia. Penyemarakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017 ini antara lain: pertandingan bola volly antar pelajar, hiburan anak sekolah, goes pesona Madina / sepeda santai, senam, donor darah, lomba lari jarak 10K antar pelajar, tari kreasi sekolah, Malam Hiburan Rakyat, Teatrikal Laskar Djambatan Merah, Gordang Sambilan, Tortor, pengukuhan Paskibra, mendengarkan Pidato Kenegaraan, karnaval, Renungan Suci, pemberian remisi WBP, upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi, defile, upaca Penurunan Bendera Merah Putih, malam Resepsi, dan peletekan batu pertama pembangunan Tugu Pahlawan di Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan serta pelayanan kesehatan.

Tanggal 20 Agustus 2017 penutupan Kompetisi Sepakbola Piala Bupati 2017 di Lapangan Kebun Karet Laru Lombang Kec. Tambangan.  Tanggal 25 Agustus 2017 pukul 20.30 pembubaran Paskibra Tahun 2017 yang dipusatkan di Pasar Kotanopan Kec. Kotanopan sekaligus Pawai Taptu yang dilakoni oleh para pelajar Kec. Kotanopan dan disambut baik oleh masyarakat Kec. Kotanopan, khususnya masyarakat Kelurahan Pasar Kotanopan.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017 dipusatkan pada hamparan Tapian Sirisiri Syariah di pinggiran Aek Batanggadis sebelah Timur Masjid Agung Nur ala Nur dan persis berada pada lembah sebelah Utara Komplek Perkantoran Bupati Mandailing Natal yang mana pada periode 2016-2021 dipimpin oleh Drs. H. Dahlan Hasan Nasution sebagai Bupati Mandailing Natal dan H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution sebagai Wakil Bupati Mandailing Natal.

Di setiap kecamatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, juga dilakukan upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi, defile, Penurunan Bendera Merah Putih, dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti panjat pinang, tarik tambang, lomba lari memakai karung, sepak bola mamakai sarung, dan lain-lain perlombaan yang secara tidak langsung menumbuhkankembangkan sprite fighter para pemainnya. Kesemua kegiatan ini merupakan penyemarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017.

Pembina Upacara pada pelaksanaan upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi oleh Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution dan pembawa baki Bendera Merah Putih Puan Iruna Azahra pelajar MAN Panyabungan, Pembina Upacara Penurunan Bendera Merah Putih oleh Kapolres Mandailing Natal Sonny Sumatri, S.IK. dan pembawa baki Bendera Merah Putih Anni Kholilah pelajar SMKN Kotanopan.

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih ialah pelajar SLTA sederajat dari Kec. Panyabungan, Kec. Siabu, dan Kec. Kotanopan. Dipersiapkan sejak dua bulan yang lalu, dilatih oleh pasukan Kompi Senapan B Mangga Dua : Serka Kisman, Serda Karyono, dan Serda Hotman Hasibuan. Purna Paskibra : Zulpan Wardani Dakosta Timor, Manaon, dan Tajri Riski. Kegiatan dikoordinir oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mandailing Natal Rahmat Hidayat Dalimunthe, S. Pd., dibantu Kepala Bidang Layanan Pemuda H. Muktar Hanafi Rangkuty, S. Pd., dan staf : Ali Basa, Redo Samanhudi Putra, Muhammad Yasid Matondang.

Dikutip dari website Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia www.setneg.go.id tentang Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai berikut :

KERJASAMA.
Kebersamaan merupakan prinsip dasar masyarakat Indonesia dalam berkehidupan berbangsa.

GOTONG ROYONG.
Gotong royong merupakan manifestasi konkrit dari semangat kebersamaan antar-masyarakat dalam bahu membahu dan tolong-menolong.

Logo ’72 TAHUN INDONESIA KERJA BERSAMA’ merupakan representasi dari semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Angka ‘7’ pada logo merupakan simbolisasi dari sebuah anak panah yang menyerong ke arah kanan
atas. Hal tersebut melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi Angka ‘2’ pada logo yang terlihat merangkul Angka ‘7’ merupakan perlambangan dari asas kebersamaan dalam bekerja membangun Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Bentuk angka ‘2’ juga merepresentasikan bentuk bendera Indonesia yang terdiri dari dua bagian.

Penggunaan slogan memiliki maksud sebagai berikut:

Kerja Bersama.
Menunjukkan pendekatan yang bersifat merangkul dan juga memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Bersama Kerja.
Menunjukkan ajakan untuk bersama-sama bekerja membangun kemajuan Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Mari kita renungkan bersama lagu MERAH PUTIH Cipt. Gombloh berikut ini :

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engaku didadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini
Selaras dan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan kharismamu

Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu

Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban oh..
Putera bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan

Volli antar Pelajar Putra-putri

Goes Sepeda

Lomba Lari 10k

Malam Hiburan Rakyat

Teatrikal Laskar Djambatan Merah

Tortor

Pengukuhan Paskibra

Mendengarkan Pidato Kenegaraan

Karnaval

Renungan Suci

Pemberian Remisi

Upacara 17 Agustus Detik-detik Proklamasi

Salah satu teatrikal perlawanan Bangsa Indonesia melawan penjajah.

Defille

Upacara Penurunan Bendera

Malam Resepsi

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Pahlawan di Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan

Final Kompetisi Sepakbola Piala Bupati 2017 di Lapangan Kebun Karet Laru Lombang Kec. Tambangan

Pembubaran Paskibra dan Malam Taptu di Kotanopan

Pelayanan Kesehatan di Desa Sayur Maincat Kotanopan

KEGIATAN DI BEBERAPA KECAMATAN

Kec. Kotanopan

Kec. Lingga Bayu

Kec. Bukit Malintang.

Kec. Muara Batanggadis.

Kec. Muara Sipongi.

Kec. Panyabungan Barat.

Kec. Siabu

By : TIM 2017730

Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny.Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art sedang mementaskan sebuah Drama Perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” (15/8)

 

PANYABUNGAN – Untuk Menyemarakkan sekaligus Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal mengadakan pementasan drama perjuangan di Taman Raja Batu, Komplek Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Selasa (15/08).
Drama perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” terselenggara berkat kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal dengan Lembaga Kesenian Mandailing Djeges Art. Drama Perjuangan  ini mengisahkan sebuah kisah perjuangan laskar-laskar dimasa perang kemerdekaan tahun 1945 – 1949, dimana pada masa tersebut banyak laskar-laskar perjuangan yang membentuk kesatuan sendiri dengan pangkat yang tidak ada aturan bakunya alias sesuka hati para pimpinannya. Untuk kawasan Wilayah Mandailing Natal, laskar-laskar perjuangan tersebut  berbasis di Jembatan Merah, tepatnya di tugu persimpangan jalan menuju Kotanopan dan Natal.
Drama Perjuangan “Laskar Djembatan Merah” yang diperankan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art ini selain menceritakan kisah perjuangan melawan penjajahan Belanda dalam merebut kemerdekaan di kawasan Mandailing, juga dibumbui kisah percintaan antara Ucok pemimpin Laskar yang diperankan oleh Bob Dimas kepada tokoh Sakdiyah yang diperankan oleh Ika Desika Nasution.
Ditengah perjuangan melawan penjajahan Belanda, Ucok, sang pemimpin Laskar Djembatan Merah, pekerjaan sehari-harinya adalah Maling. Oleh karena itu, sang ibu tidak begitu percaya kalau anaknya waktu itu telah menjadi seorang pemimpin laskar gerilya yang berjuang melawan penjajahan Belanda.
Di suatu masa, laskar perjuanganyang dibawah komando Ucok, berhasil menangkap Sakdiyah, karena dikira sebagai mata-mata Belanda. Atas penangkapan dirinya, Sakdiyah menjadi tahanan para laskar pejuang kemerndekaan. Namun dengan paras yang begitu cantik, sang tahanan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari sang pemimpin komando laskar. Dan tak disangka, Ucok, Sang Komandan Pejuang pun akhirnya jatuh cinta kepada Sakdiyah.
Cintanya Ucok, sang komandan ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, padahal Ucok memiliki sikap yang temperamen tegas dan pemarah. Namun sang komandan pejuang pun memiliki sisi hati yang lembut, inilah yang membuat perlahan-lahan Sakdiyah mulai menyukai Ucok. Drama kisah sekelumit percintaan Ucok dan Sakdiyah di tengah perjuangan melawan penjajahan Belanda ini terlihat dari adegan pementasan drama tersebut, disaat Ucok kehilangan anggotanya yang bernama Sangkot.
Kematian Sangkot, anggota laskarnya, ternyata sangat membuat sedih Ucok. Apalagi Sangkot meninggalkan anak kecil. Pidato Ucok saat melepas dan pemakaman mayat Sangkot, menunjukkan kehalusan perasaan Ucok. Itu yang membuat Sakdiyah makin menyukai Ucok.
Pementasan drama ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa para pejuang kita khususnya yang berasal dari dareah Mandailing Natal yang berjuang secara gigih, tulus dan tanpa pamrih demi untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Namun akibat belum satu padunya para pejuang, sehingga perlawanan melawan penjajah dilaksanakan secara parsial dengan masing-masing membentuk laskar sendiri bahkan banyak yang gugur di medan pertempuran tanpa pernah tercatat nama dan perjuangannya.

Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution yang didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) memberikan penghormatan kepada pasukan Deville pada acara HUT RI Ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal (17/8).

 

PANYABUNGAN – Puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, dihelat dengan menggelar barisan Deville dan parade karval yang di ikuti oleh Pelajar, TNI, Polri, Korpri, Unsur organisasi kepemudaan dan masyarakat kabupaten Mandailing Natal, Kamis (17/8/2017).

Untuk acara Pawai Barisan Deville ini di mulai dari Depan Kantor KPUD Mandailing Natal Kelurahan Kayu Jati dan Finishnya di Pasar Baru Panyabungan. Pantauan, Jalan Protokol sepanjang Jalan Willem Iskandar mulai dari Kelurahan Kayu Jati menuju Pasar Baru di banjir warga. Terlihat warga begitu antusias untuk melihat pawai barisan Deville.

Bupati Mandailing Natal, Drs Dahlan Hasan Nasution kepada wartawan, mengatakan acara Deville ini rutin kita lakukan setiap memperingati HUT RI Ke-72. Tahun ini kita lihat bersama warga sangat antusias untuk melihat perayaan ini. “Walaupun berada di bawah panas terik matahari, warga tetap ramai menyaksikan Barisan Deville, ini membuktikan rasa nasionalis masyarakat Mandailing Natal sudah tinggi,” ucap Dahlan. lebih lanjut sang Bupati menyatakan, “Untuk itu kepada Masyarakat Mandailing Natal Madina saya minta supaya di HUT RI Ke 72 ini kita jadikan sebagai momentum untuk berbenah serta memperbaiki diri,” pinta Bupati Madina.

Turut Hadir dalam acara Barisan Deville Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny, Ketua DPRD Madina Hj Lely Hartaty, Dandim, Ketua Pengadilan Agama dan Kepala SKPD Pemkab Madina.

Sebelum pelaksanaan Barisan Deville, telah dilaksanakan pula pawai Karnaval untuk lebih menyemarakkan peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Pawai karnaval meriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (16/8). Pawai karnaval ini selain diikuti para siswa dari  tingkatan mulai dari  anak usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama serta lanjutan tingkat  atas ini juga di ikuti oleh badan/instansi yang ada dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam pawai tersebut para peserta karnaval selain menampilkan berbagai macam antaraksi  di depan panggung kehormatan juga diwarnai dengan pawai pakaian adat Bhinneka Tunggal hingga pemberian bingkisan kepada Bupati Mandailing Natal, Drs. H.Dahlan Hasan Nasution.

Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal dengan khidmat melakukan penaikan bendera yang diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada detik-detik Peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemkab Mandailing Natal yang dilaksanakan di Tapian Siri Siri Syariah Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan (17/8).

 

PANYABUNGAN – Detik-detik Peringatan HUT RI yang ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabaupaten Mandailing Natal dipusatkan di Tapian Siri Siri Syariah Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan (17/8). Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution bertindak sebagai Inspektur Ucara dan Komandan Upacara Kapten diamanahkan kepada Kapten Inf.  Takbir S.Pd. Peringatan HUT RI ke – 72 ini berlangsung dengan khidmat di bawah cuaca yang sangat kondusif. Ribuan peserta upacara terlihat dalam suasana hening ketika dibunyikannya sirene tanda detik-detik Proklamasi yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi.

Bupati Mandailing Natal, Drs. H.  Dahlan Hasan Nasution, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara terlihat penuh konsentrasi menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal, yang akan dikibarkan pada acara detik-detik peringatan HUT RI ke – 72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Dengan diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan di bawah terik sinar matahari tampak peserta upacara dengan penuh antusias dan tetap samangat mengikuti upacara penaikan bendera merah putih yang ditugaskan kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)  dibawah komando Komandan Pleton Reyhan Sulistio Widodo.

Keseragaman gerakan dan bunyi derap langkah barisan Paskibra penaik bendera Merah Putih, semakin menambah hening dan khidmatnya Upacara Peringatan HUT RI ke- 72 tahun 2017 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal. Keberhasilan dan kesuksesan kegiatan penaikan bendera Merah Putih turut dirasakan bukan saja oleh seluruh peserta upacara namun juga dirasakan para anggota pengibar bendera yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera  (Paskibra) Tingkat Kabupaten Mandailing Natal yang diberi amanah untuk melaksanakan tugas mulia tersebut. Upacara Peringatan HUT RI ke- 72 tahun 2017 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, turut dihadiri oleh FKPD Mandailing Natal, para Kepala SKPD Mandailing Natal, Ketua DPRD Mandailing Natal, Ketua TP PKK Mandailing Natal, Partai Politik, OKP, Ormas dan undangan lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Panyabungan, Arif Zahrulyani, SH, MH., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Kehormatan dan Renungan Suci, pada malam detik-detik peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 72, yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bahagia Siabu, Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (17/8/2017) pukul 00.00 WIB.

 

SIABU – Dalam mengenang arwah para pahlawan yang telah gugur merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesa Pemkab Mandailing Natal beserta TNI Polri, OKP dan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di taman makam Pahlawan Bahagia Siabu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (17/8/2017) pukul 00.00 WIB. Inspektur Upacara pada Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut adalah Kajari Panyabungan Arif Zahrulyani, SH, MH. Bertindak sebagai Perwira Upacara Danramil 12/Siabu Kapten Inf Misran, dan Pemimpin Upacara Kanit Intel Polsek Siabu Iptu Arizona.
Dalam Apel kehormatan dan Renungan Suci tersebut Arif Sahrulyani sebagai Inspektur Upacara menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara sebagai Pahlawan.
“Kami yang hadir pada hari ini, Rabu 17 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB pada upacara untuk memperingati akan jasa-jasa para pahlawan Angkatan Bersenjata 1 orang, Pengawai Negeri Sipil nihil, Pejuang Rakyat Nihil, dan Pahlawan tak dikenal Nihil, menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas kesucian pengorbanan saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan Negara dan bangsa,” kata Arif.
Lebih lanjut disampaikan oleh Arif bahwa mereka berjanji dan bersumpah bahwa perjuangan para pahlawan tersebut adalah perjuangan mereka pula, dan mereka berjanji kebaktian para pahlawan jalan mereka pula.
“Kami bersumpah dan berjanji bahwa perjuangan saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga, kami berdoa semoga arwah saudara diterima oleh tuhan Yang Maha ESa dan mendapat tempat yang sewajarnya,” tegas Arif.
Usai Upacara Apel kehormatan dan renungan suci tersebut selanjutnya peserta apel dan para undangan menandatangani buku tamu.
Berdasarkan pantauan dilapangan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal berhalangan hadir karena mengikuti acara di tempat lain, dan yang mewakili adalah Plt. Sekda Mandailing Natal Drs. M. Syafeii Lubis Lubis. Adapun Pejabat yang hadir dalam upacara Apel kehormatan dan renungan suci tersebut adalah Wakapolres Mandailing Natal, Kajari Panyabungan, dan sejumlah pimpinan SKPD di Lingkungan Pemkab Mandailing Natal dan sejumlah petinggi di jajaran TNI dan Polri Mandailing Natal.

Pembangunan Tugu Perintis Kemerdekaan

18 Agustus 2017 | Berita | Tidak ada Komentar

Bupati Mandailing Natal, Drs.H.Dahlan Hasan Nasution yang didampingi para tokoh-tokoh masyarakat kecamatan Kotanopan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan tugu perintis kemerdekaan di desa Sayur Maincat, Kamis, 17/8. (Antarasumut/Holik)

 

Panyabungan, 17/8 (Antarasumut) – Bupati Mandailing Natal, Drs.H.Dahlan Hasan Nasution lakukan peletakan batu pertama pembangunan tugu Perintis Kemerdekaan di desa Sayur Maincat kecamatan Kotanopan, Kamis.

Peletakan batu pertama yang dilakukan  oleh Bupati dan para keluarga pejuang yang ada didesa Sayur Maincat serta  muspika dan para anggota Dprd Madina  tersebut  merupakan sebagai langah awal pembangunan tugu tersebut.

Bupati Mandailing Natal,  Drs.H. Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, pembangunan prasasti ini dilakukan  sebagai bentuk  mengingatkan  kembali  jasa-jasa  para pahlawan khususnya pahlawan  yang berasal dari desa Sayur Maincat didalam merebut kemerdekaan negara Indonesia dari tangan penjajah.

“Saya mendapat informasi banyak pejuang kemerdekaan yang berasal dari desa ini yang di makamkan di makam pahlawan Medan,makam pahlawan Solo dan Jawa, untuk mengenang dan mengingat jasa-jasa para pahlawan kita  makanya kita bangun prasasti ini,” katanya.

Ia mengatakan,  di kecamatan Kotanopan  juga merupakan tempat ketiga dikibarkannya bendera merah putih di Indonesia setelah negara kesatuan Republik Indonesia dinyatakan merdeka.
 
“Kepada para pemuda atau pelajar jadilah sebagai pejuang, tidak bisa jadi pejuang Nasional atau Provinsi jadilah pejuang untuk diri sendiri,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang  keluarga pejuang yang berada di Desa Sayur Maincat, Sulaiman Lubis, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Bupati terutama didalam membangun tugu perintis kemerdekaan di desa tersebut.

“Kami mewakili keluarga para pejuang perintis kemerdekaan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah kabupaten Mandailing Natal  yang telah mengingat jasa para pahlawan yakni dengan membangun Tugu Prasasti Perintis Kemerdekaan di desa Sayur Maincat,” ucap Sulaiman.

 

Sumber : www.antarasumut.com

Bupati Madina Silaturrahmi Dengan Masyarakat

15 Agustus 2017 | Berita | Tidak ada Komentar

Bupati Mandailing Natal, Drs.H.Dahlan Hasan Nasution yang didampingi anggota Dprd Madina dari dapil dua saat melakukan silaturrahmi dengan masyarakat kecamatan Kotanopan didesa Sayurmaincat, Jumat (11/8) ((Antarasumut/Holik))

 

Panyabungan, 11/8 (Antarasumut) – Pemerintah kabupaten Mandailing Natal silaturrahmi dengan masyarakat kecamatan Kotanopan, Jumat.

Bupati Mandailing Natal,  Dahlan Hasan Nasution dalam kesempatan itu menyampaikan, dengan adanya silaturrahmi pemerintah daerah ke desa Sayurmaincat ini  nantinya diharapkan menjadi awal kemajuan bagi desa itu umumnya dan bagi  kecamatan Kotanopan pada khususnya.

“Saya mengharapkan dengan adanya pertemuan ini menjadi awal  kemajuan bagi desa Sayurmaincat khususnya dan kecamatan Kotanopan umumnya,” katanya.

Ia mengatakan, sehubungan saat ini  sedang dilakukannya pembukaan  jalan baru lingkar Kotanopan dari titik Saba Pasir sampai titik desa Muarasoro dikecamatan Kotanopan  diharapkan selain  dapat menjadi kemajuan bagi kecamatan itu juga diharapkan dapat menjadi jalan alternatif bagi seluruh masyarakat yang ada di Mandailing Natal pada tahun-tahun mendatang.

“Pembangunan kembali jalan ini sudah saya canangkan sejak sebulan yang lalu, dan dalam waktu dekat ini  saya akan ke Jakarta bertemu dengan bapak Darmin Nasution agar jalan lingkar Kotanopan ini secepatnya diaspal,” katanya.

Pembangunan jalan baru lingkar Kotanopan yang dikomandoi Bupati Mandailing Natal ini merupakan berkat kebersamaan yang dilakukan oleh para kepala dinas dan kabag serta  para anggota DPRD dan warga masyarakat yang ada dimandailing Julu. 

“Saya harapkan kepada warga masyarakat yang ada di Mandailing Julu ini untuk saling bekerjasama agar pembangunannya  cepat terselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala desa Sayurmaincat, Amir Husin mengucapkan terimaksih kepada Bupati Mandailing Natal, Drs.H.Dahlan Hasan Nasution karena telah membuka jalan lingkar Kotanopan dari titik Saba Pasir ke titik Anggora desa Muarasoro. Karena dengan dibukanya jalan baru ini nantinya diharapkan menjadi titik awal bagi kemajuan bagi kecamatan itu.

“Kami warga masyarakat Kotanopan mengucapkan terimaksih kepada bapak Bupati karena tahun ini memfokuskan pembangunannya diwilayah Mandailing Julu,” kata Kades.

Sumber : www.antarasumut.com

Sekda Lantik 15 Pejabat Eselon

15 Agustus 2017 | Berita | Tidak ada Komentar

Sekretaris daerah kabupaten Mandailing Natal, Drs.M.Syafeii Lubis melantik pejabat eselon III dan IV di aula kantor bupati Mandailing Natal. ((Antarasumut/Holik))

 

Panyabungan, 11/8 (Antarasumut) – Sekretaris daerah kabupaten Mandailing Natal, Drs.M.Syafeii Lubis  lantik 15 pejabat eselon III dan IV, Jumat.

Dalam acara  pengambilan sumpah jabatan pelantikan dan pengukuhan pejabat struktural eselon III dan IV dilingkungan pemerintah kabupaten Mandailing Natal yang dilaksanakan di aula kantor  bupati Mandailing Natal ini juga  dihadiri oleh para Asisten dan  para kepala Skpd dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Mandailing Natal.

Ia mengatakan promosi dan rotasi birokrasi dilingkungan pemerintah daerah Mandailing Natal ini  dilakukan selain sebagai implementasi dari pemberian Reward and Funisment juga merupakan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah atas prestasi kerja dan kinerja yang telah diberikan selama ini.

Sedangkan rotasi dilakukan selain  memberikan motivasi baru ditempat yang baru juga merupakan tantangan baru kepada aparatur negara sehingga  tidak terjebak dalam rutinitas kerja sehari-hari yang cenderung membosankan.

 ”Peningkatan kinerja dan disiplin merupakan faktor yang sangat dibutuhkan. Hal ini yang menjadi dasar pemberian Reward and Funisment tersebut,” katanya.

Melalui kesempatan tersebut  jajaran aparatur pemerintah termasuk kepada  pejabat yang dilantuk  juga diajak untuk secara bersama-sama dan saling bahu membahu menghadapi tantangan serta  bersatu padu dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Goverment) sehingga terciptanya masyarakat yang sejahtera relegius menuju Mandailing Natal Negeri Beradat Taat Beribadat.

“Kepada para aparatur pemerintah dan pejabat yang baru saya harapkan untuk bekerjasama dan bahu membahu dalam mewujudkan pemerintahan yang baik sehingga terciptanya masyarakat yang sejahtera relegius menuju Mandailing Natal Negeri Beradat Taat Beribadat,” harap Sekda.

Sumber : www.antarasumut.com

PKK Tampilkan Drama Multatuli Pada Penutupan TTG XVII

15 Agustus 2017 | Berita | Tidak ada Komentar

Tokoh Multatuli yang diperankan oleh Bob Dimas dan Saijah Ika Desika Dahlan Hasan Nasution pada saat pagelaran drama Multatuli di Taman Raja Bat Panyabungan. (Antarasumut/Holik)

 

Panyabungan, 1/8 (Antarasumut) – Tim penggerak Pkk kabupaten Mandailing Natal tampilkan pagelaran drama Multatuli pada penutupan jambore tepat guna XVII tingkat provinsi Sumatera Utara tahun 2017 di Taman Raja Batu, Panyabungan, Selasa.

Penampilan drama ini selain menceritakan tokoh perjuangan kolonial didalam perlawanannya terhadap kerja tanam paksa diwilayah Mandailing juga mengisahkan perjuangan seorang wanita pribumi didalam memperjuangkan hak-hak perempuan pada masa itu.

Drama kerjasama tim penggerak Pkk kabupaten Mandailing Natal dengan lembaga kesenian daerah Djeges Art yang berdurasi sekitar 70 menit tersebut menghadirkan sebanyak 22 orang pemain.

Pada drama ini tokoh kolonial Multatuli yang diperankan oleh Bob Dimas dan tokoh Saijah yang diperankan oleh ketua T.p. Pkk Madina, Ika Desika Dahlan Hasan Nasution tersebut berhasil menghipnotis para penonton yang turut hadir menyaksikan pagelaran itu.

Penulis naskah Multatuli, Askolani Nasution kepada ANTARA menyampaikan, drama ini selain mengisahkan perjuangan penolakan tanam paksa dan perjungan hak-hak perempuan pribumi juga dibumbui kisah percintaan antara Multatuli dan Saijah.

“Selain mengisahkan perjuangan hak-hak azasi manusia juga dibumbui cerita percintaan,” katanya.

Disebutkannya, pada drama yang berlatarkan tahun 1800-an juga dikolaborasikan dengan kesenian-kesenian daerah seperti Gordang Sambilan, tari Salapan dan tari Payung.

“Selain adegan pementasan keenian daerah Mandailing Natal juga dipertontonkan pada drama ini,” ujarnya.

Kegiatan-kegiatan pementasan drama baik ditingkat kabupaten Mandailing Natal dan tingkat provinsi Sumatera Utara sudah sering dilakukan oleh lembaga kesenian Djeges Art, dimana pada tahun-tahun sebelumnya lembaga ini juga telah mementaskan dram Willem Iskander dan Sibaroar Nasakti ditingkat kabupaten dan provinsi.

Sumber : www.antarasumut.com

Madina Kembali Juara Umum TTG

15 Agustus 2017 | Berita | Tidak ada Komentar

Bupati Mandailing Natal, Drs.H.Dahlan Hasan Nasution bersama dengan Plt.Sekda, Drs.M.Syafeii Lubis dan Kadis PMD, Gozali Pulungan saat mengangkat tropi TTG di Taman Raja Batu, Panyabungan. ((Antarasumut/Holik))

 

Panyabungan, 1/8 (Antarasumut) – Kabupaten Madailing Natal kembali menjadi juara umum di Tekhnologi Tepat Guna (TTG) XVII tingkat provinsi Sumatera Utara.

Dalam pelaksanaan jambore Tekhnologi Tepat Guna tingkat  provinsi Sumatera Utara tahun 2017 yang dilaksanakan sejak tanggal 28 sampai 31 Agustus di Taman Raja Batu, Panyabungan Mandailing Natal tersebut kabupaten ini  berhasil meraih sebanyak lima    juara dari beberapa kategori yang diperlombakan.

Tim penilai penyelenggara Tekhnologi Tepat Guna XVII tingkat provinsi Sumatera Utara, DR. Indra Nasution yang didampingi sekretaris, Khairin, F Simanjuntak S.sos di Taman Raja Batu, Panyabungan pada acara penutupan jambore Ttg, Senin  menyampaikan, hasil keputusan tim penilai dewan juri ini sesuai dengan surat keputusan kepala dinas Pemberdayaan  Masyarakat dan Desa provinsi Sumatera Utara  nomor  412.61.

“Penilaian  terhadap penampilan semua stand jambore  Ttg ini dilaksanakan oleh tim penilai mulai dari tanggal  28 sampai 31 Agustus,” katanya.

Ia mengatakan, dalam penilaian tersebut terdapat kriteria indikator dan sub indikator  yang dinilai, yang mana dalam pemenangnya tersebut  dibagi dalam tiga kategori yakni kategori kabupaten/kota, kategori dinas dan instansi serta kategori umum.

Untuk kategori umum dalam sub kategori ornamen stand terbaik yang menjadi juara pertama adalah kabupaten Mandailing Natal sedangkan juara kedua dan ketiga  diraih oleh kota Medan dan kabupaten Serdang Bedagai.
“Sedangkan untuk sub kategori  dekorasi stand terbaik  untuk juara pertama diraih oleh  kota Tanjung Balai dan juara dua dan tiga diraih oleh kabupaten  Toba Samosir dan kabupaten Padang Lawas Utara,” ujarnya.

Begitu juga dengan  sub kategori  stand  favorit dan  penampilan kesenian terbaik  juara pertama juga  berhasil diraih oleh  kabupaten Mandailing Natal.

Sedangkan juara pertama  untuk sub kategori Inovator terbaik  berhasil diraih oleh kabupaten Langkat  sedangkan juara dua dan tiga diraih  kota Tebing Tinggi dan Mandailing Natal.

Sementara untuk pemenang juara pertama pada Inovasi Tepat Guna untuk kabupaten/kota berhasil diraih oleh kota Tebing Tinggi dan untuk juara kedua dan ketiga diraih oleh kabupaten Mandailing Natal dan Langkat.

“Diraihnya kembali juara umum pada Ttg  tahun tahun ini merupakan kebehasilan pemerintah daerah didalam membina meningkatkan perekonomian masyarakat Mandailing Natal,” sebut Indra.

Sumber : www.antarasumut.com